PEMASARAN PRAKTEK FISIOTERAPI
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia usaha,
pemasaran pelayanan adalah hal yang sangat penting. Jenis usaha yang
dipersiapkan sesempurna apapun tidak akan bisa berkembang tanpa diketahui
manfaatnya oleh orang banyak.
Melalui pemasaran, orang akan tahu bidang usaha apa yang kita miliki dan kemudian tertarik untuk berurusan dengan bidang kita.
Melalui pemasaran, orang akan tahu bidang usaha apa yang kita miliki dan kemudian tertarik untuk berurusan dengan bidang kita.
Teknologi dan ilmu
pengetahuan saat ini berkembang dengan sangat pesat. Kebutuhan masyarakat
tentang berbagai macam pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan fisioterapis
yang masih sangat awam di mata masyarakat yang komprehensif, terpadu, perlu
mendapat perhatian. Berbeda dengan jenis usaha lain, jasa pelayanan kesehatan
termasuk fisioterapis tidak bisa dipasarkan sembarang cara. Ada kode etik yang
mengatur tata cara pemasaran pelayanan kesehatan ini.
Ada banyak yang bisa
dilakukan oleh fisioterapis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada
pasien. Selain meningkatkan kemampuan dan kecapakan personal kita sebagai
fisoterapis perlu untuk memperhatikan lingkungan tempat praktek. Perhatikan
apakah area pelayanan anda sudah cukup nyaman untuk mereka? Ataukah masih ada
beberapa hal yang kurang? Disadari atau tidak,ruang pelayanan yang baik akan
meningkatkan kenyamanan pasien anda yang tentunya akan meningkatkan perasaan
positif yang tentunya sangat berdampak pada proses penyembuhan. Selain itu
ruang praktek yang didesain dan dirawat
dengan baik akan mengangkat nilai estetika tempat praktek anda.
Berdasarkan latar
belakang yang ada, dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai
pemasaran yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan praktek kesehatan,
khususnya praktek fisioterapis.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pemasaran?
2.
Bagaimana
konsep pemasaran secara umum?
3. Bagaimana strategi pemasaran praktek fisioterapis
yang sesuai ?
1.3 Tujuan
1. Memahami pengertian pemasaran
secara umum
2.
Memahami
konsep pemasaran secara umum
3. Memahami strategi pemasaran
praktek fisoterapis yang sesuai
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
pemasaran
Di sebagian besar
masyarakat, pemasaran sering diartikan sebagai proses penjualan barang dan
jasa, tetapi apabila dilihat lebih mendalam pengertian pemasaran mempunyai
aspek yang lebih luas dari pada pengertian tersebut. Berikut ini adalah
pendapat Kotler & Armstrong tahun 1997 tentang pengertian pemasaran yaitu :
Pemasaran merupakan suatu sistem dari kegiatan bisnis yang saling berhubungan
dan ditujukan untuk merencanakan, mendistribusikan dan mempromosikan barang dan
jasa yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan
konsumen.
William J. Stanton,
mengatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis
yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Adapun unsur-unsur penting yang
terkandung dalam definisi pemasaran adalah sebagai berikut.
1. Pemasaran merupakan suatu sistem
dan bersifat manajemen.
2.
Sistem
bisnis yang ada harus berorientasi pada pasar atau konsumen. Kebutuhan pembeli harus dipahami dan dilayani
dengan efektif.
3.
Pemasaran
merupakan suatu proses usaha yang dinamis sebagai proses keseluruhan yang
terintegrasi. Pemasaran bukanlah suat kegiatan ataupun sejumlah kegiatan,
tetapi hasil interaksi dari banyak kegiatan.
4.
Program
pemasaran bermula dari suatu ide tentang produk dan tidak berakhir sampai
kebutuhan pelanggan terlayani, yang kadang-kadang terjadi sesudah penjualan
dilakukan.
5.
Untuk
mencapai sukses, pemasaran harus dapat memaksimalkan penjualan yang
menguntungkan dalam jangka panjang. Jadi, pembeli harus dilayani dengan
sebaik-baiknya agar bersedia membeli kembali produk-produk yang dihasilkan
perusahaan yang bersangkutan.
Sutarminingsih,
Christina Lilies. 2004.
2.2 Strategi
Pemasaran
Strategi pemasaran (marketing
strategy) adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat dan
menjual barang dan jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target
atau selera konsumen yang dituju (Suharyadi, 2007).
Sasaran utama pemasaran adalah
memuaskan kebutuhan sekelompok pelanggan yang dilayani oleh perusahaan
tersebut. Kemudian, secara luas pada tahap-tahap mencarian peluang, sebaiknya
kita ,mencari pelanggang dengan kebutuhan yang tidak terpuaskan (Cannon,2008).
Secara umum strategi pemasaran
yang dapat dipilih diantaranya:
Barang/Jasa Lama
|
Barang/Jasa Baru
|
|
Sasaran Pembeli Lama
|
Menembus Pasar
|
Pengembangan Produk
|
Sasaran Pembeli Baru
|
Pengembangan Pasar
|
Diversifikasi
|
1.
Menembus Pasar
Strategi ini digunakan untuk
mengetahui masih banyak sasaran pembeli yang belum dapat dijangkau oleh barang
dan jasa yang ditawarkan, atau masih banyak sasaran pembeli yang belum
menggunakan barang dan jasa.
Tujuannya untuk memperoleh pangsa
pasar yang lebih besar.
Upaya yang dilakukan antara lain:
a. Meningkatkan unit penjualan
dengan cara menurunkan harga, membuat barang atau jasa yang lebih banyak.
b.
Menambah
lokasi dan staf penjualan agar dapat menjangkau jumlah pembeli yang lebih
banyak.
c.
Meningkatkan
periklanan agar dapat lebih dikenal dengan baik
2.
Mengembangkan Pasar
Strategi ini dilakukan apabila
sasaran pembeli yang lama sudah jenuh atau sudah habis sehingga perlu mencari
sasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang dan jasa yang lama.
Contoh : mengembangkan usaha ke
daerah lain.
3.
Mengembangkan Produk
Strategi ini mencangkup perubahan
barang atau jasa yang tetap menggunakan cara produksi yang sama dengan cara
produksi yang lama.
Contoh : pada saat penggunaan
modalitas short wave diathermy (SWD) yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa
nyeri , inflamasi sendi, dan juga arthritis.
4. Melakukan
Diversifikasi
Strategi ini merupakan
pengembangan produk baru yang masih berhubungan dengan produk lama untuk
ditawarkan kepada pasar yang baru juga.
Contoh : pada fisioterapi di
dalam melakukan terapi dapat menggabungkan suatu modalitas.
5.
Menerapkan Biaya Murah
Stategi ini didasarkan pada biaya
input yang rendah sehingga dapat menghasilkan barang atau jasa yang murah juga,
namun bukan berarti menawarkannya dengan kualitas yang rendah.
6.
Memfokuskan pada Pasar
Strategi ini dilakukan dengan
memberikan pelayanan kepada para pembeli khusus, dengan pelayanan terbatas, dan
pembeli dapat ditentukan dengan jelas, lebih efektif dan efesien dari pesaing.
Contoh : dalam pemilihan bidang
fisioterapi seperti orthopedic, geriatric, pediatric dan lain-lain.
7.
Melakukan Diferensiasi
Strategi ini berkonsentrasi pada
penciptaan barang atau jasa baru yang dipandang sangat berbeda dengan yang lain.
(Suharyadi 2007)
Contoh : kita dapat menciptakan
suatu modalitas baru di dalam terapi
Beberapa perangkat strategi
pemasaran dari sudut pandangan penyedia jasa yang berperan dalam proses
intervensi ke masyarakat target, antara lain :
1.
Place
Tempat merupakan komponen yang
memunculkan pertimbangan tentang di mana dan kapan kelompok sasaran akan
melakukan perilaku yang diinginkan. Seperti contoh, intervensi dapat mencakup
penawaran pemeriksaan fisioterapi di suatu lingkungan desa.
2.
Price
Merupakan komponen yang
memunculkan perencanaan intervensi dengan metode insentif maupun non
insentif(dapat bersifat moneter seperti adanya diskon atau non moneter yaitu
penghargaan sesuai standar yang ada) untuk meminimalisir hambatan masyarakat
dalam perubahan perilaku. Sebagai contoh promosi tindakan fisioterapi pada
penyakit stroke sehingga diharapkan untuk selanjutnya masyarakat terbiasa ke fisioterapis
untuk melakukan exercise-exercise.
3.
Product
Merupakan komponen yang mencakup
intervensi, obyek, atau pelayanan yang mendukung atau memfasilitasi perubahan
sikap masyarakat yang diharapkan (Gerardi, 2003).
Menurut Bryant dll, product
dibedakan lagi menjadi dua yaitu the core product(apa yang akan
didapatkan masyarakat ketika mereka merubah perilaku) dan the actual product
(apa perubahan perilaku yang diinginkan) (2005).
4.
Promotion
Kegiatan promosi ini mencakup
komunikasi melalui pesan, pengantar pesan, dan aktivitas yang secara efektif
akan menarik konsumen(pasien) untuk mempromosikan manfaat yang akan diperoleh
dengan adanya pelayanan kesehatan yang ditawarkan. Pesan-pesan ini dapat
disampaikan melalu humas, iklan, aktivitas-aktivitas kelompok kecil atau
perseorangan (mentoring, konseling, workshop, demonstrasi, presentasi),
dan penggunaan media lainnya.
5.
Policy
Komponen ini memunculkan
pertimbangan untuk mendorong perubahan kebijakan dan aturan sebagai komponen
dari rencana pemasaran(misalnya adanya tujuan untuk mengubah lingkungan yang
mendukung perubahan masyarakatnya). Contoh dari kebijakan yang memfasilitasi terealisasinya
perubahan misalnya di suatu banjar di desa diadakan senam setiap minggu yang
dilakukan oleh ibu-ibu maupun manula.
BAB III
PEMBAHASAN
Kita
ketahui bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis
yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Kemajuan
demi kemajuan akan berkembang dalam dunia fisoterapi dengan peralatan yang
semakin canggih pada dekade terakhir ini, menjadikan para fisioterapis baik
yang praktek secara perseorangan maupun praktek bersama di suatu klinik
bersaing lebih ketat. Hampir semua ingin memberikan pelayanan yang bermutu dan
terbaik bagi masyarakat. Berbagai cara dan strategi dilakukan agar dapat
menarik minat dan kerjasama masyarakat terutama yang berhubungan dengan
peningkatan pelayanan. Seorang fisioterapis yang praktek secara perseorangan
(praktek pribadi) tentunya berbeda dengan praktek fisioterapis bersama terutama
dalam hal manajemen dan pengelolaannya.
Mengatur semua secara perseorangan, tentunya
memerlukan perencanaan yang matang dan kinerja yang bagus agar tidak
mengecewakan baik bagi para pasien yang datang maupun bagi fisioterapis itu sendiri.
Pada masa ini demi memperkenalkan fisioterapis kepada masyarakat diperlukan
penilaian yang baik agar masyarakat bisa percaya kepada kita,tidak hanya dengan
cara memberikan penyembuhan yang baik, tempat praktek yang bermutu juga sangat
berperan aktif dalam memberikan nilai positif.
Saat
ini, konsep pemasaran fisioterapis melalui internet sedang berkembang dengan
pesat. Selain dengan membangun sebuah website, konsep membangun sebuah
keakraban interpersonal melalui sosial media juga sedang gencar dilakukan.
Namun, tak hanya melalui media sosial saja. Kita juga harus memperhatikan
lokasi dan tata ruang dari tempat praktek yang akan kita buat. Ada beberapa
cara pemasaran melalui lokasi dan tata ruang :
1.
Menentukan lokasi praktek yang tepat
2.
Meminimalisasikan ruang yang ada dengan alat-alat yang
akan digunakan
3.
Memilih tema yang tepat agar pasien merasa nyaman,dan
yang tentunya dengan warna-warna cerah
4.
Menggunakan tambahan design dengan wallpaper agar
menghemat penggunaan cat
5.
Memanfaatkan barang-barang bekas atau barang kuno untuk
menambah aksen yang lebih baik
6.
Memanfaatkan koran-koran atau majalah sebagai sarana
pengganti cat atau wallpaper
7.
Pengaturan posisi alat-alat yang digunakan sesuai dengan
luas ruang.
8.
Kebersihan yang harus terjaga
9. Aroma terapi dalam ruangan sangat penting dimana dapat
merangsang seseorang agar merasa nyaman.
1. Pelayanan
yang ramah tamah akan sangat memberikan output yang bagus
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2012. Dokter Gigi. http://www.rumahsakitmitrakemayoran.com/dokter-gigi-rs-mitra-kemayoran/ diakses 24
Mei 2012.
Anonim. 2011. Fakultas Kedokteran Gigi http://www.iik.ac.id/webv2/home/indexin.php?opt=artIN&bl=2&rm=2&sm=1&id=
06 diakses 24 Mei 2012
Bryant, C.A.,Grier, S., 2005, Social Marketing in
Public Health, University of California, San Fransisco
Cannon, Joseph P., William D. Perreault, Jr., E. Jerome
McCarthy, 2008, Pemasaran Dasar : Pendekatan Manajemen Global, Salemba
Empat: Jakarta
Gerardi, T., et al, 2003, Social Marketing and Public
HealthLessons from the Field: A Guide to Social Marketing from the Social
Marketing National Excellence Collaborative, NY Turning Point Initiative,
New York
GIGI INDONESIA PENGURUS BESAR PERSATUAN DOKTER GIGI
INDONESIA
Kotler P., dan Keller K.L. 2009. Manajemen Pemasaran.
Edisi 13. Erlangga : Jakarta
McLeod, Neil. 2012. Enhancing the
online presence of a dental practice. Journal of Prosthetic Dentistry.
Vol. 107(4):271-5. Praktek Dokter
Gigi. Dental Public Health Journal Vol 1 No. 2: 11-13 Usri, Kosterman. 2001. Mencermati Tugas
Dokter Gigi Puskesmas. Dentamedia No. 4 Vol. 5
Permenkes No. 1419/Menkes/Per/X/2005
Robbiana, Inna. 2009. Dental marketing dalam upaya
meningkatkan keberhasilan praktek dokter gigi. Dental Public Health Journal.
Vol. 1 No. 2; 11-13.
Suharyadi, dkk., 2007, Kewirausahaan: Membangun Usaha
Sukses Sejak Usia Muda, Salemba Empat:Jakarta
SURAT KEPUTUSAN NOMOR: SKEP/034/PB PDGI/V/2008 TENTANG
KODE ETIK KEDOKTERAN
Sutarminingsih, Christina Lilies. 2004. Peluang Usaha
Nata de Coco. Kanisius: Yogyakarta
William J.Stanton. 1978 . Fundamentals of Marketing,
Edisi kelima, Kogakhusa, Mc.Graw-Hill, Tokyo.
good job gel,nilainya 90 :)
BalasHapuskereennn
BalasHapusnice 90..
BalasHapuskeyenn 90
BalasHapusT.O.P
BalasHapus90 buat kak yesa :D
Great 90 :)
BalasHapusbagus blognya gek ebi... 90 buat gek ebi ;;)
BalasHapuscomment di blog ku yaa informasifisioterapi.blogspot.com
terimakasih :) satu komen sangat berarti....
Good job kagekbii , nilai 90
BalasHapusTop bgt gek ebi
BalasHapusNilainya 90 :)
waaw 90 yaw mbogek tikk
BalasHapuswaaw 90 yaw mbogek tikk
BalasHapusNice gek ebi (y) , 90 untukmu
BalasHapusnice, 90 yaw
BalasHapusgood good very good. 90 ya
BalasHapuswuhuu nice gek..90 yaa
BalasHapusyuhu nice blog gek ebi, tak kasi hadiah 90 haha
BalasHapusinget blog walking ke
http://ichigomachi.blogspot.com/2014/12/peran-fisioterapis-pada-bells-palsy.html
dan tinggalkan comment juga ;)
Good job kak ayesaa :)
BalasHapus(90)
bagus gek 90 ya
BalasHapusKeren sekali blog nya. 90 yaa kayes cantikk
BalasHapusspesial dari aku buat kamu nilai 90
BalasHapuswaaa, infonya bermanfaat banget nih. 90 deh buat kamu
BalasHapusgood job yesaaa 90
BalasHapusWah sangat bermanfaat... nilai 90
BalasHapusMampir Blog saya juga ya :)
Wow, 90 deh buat kak yesa :)
BalasHapusKeren gek.. 90 yaa
BalasHapusSangat membantu infonya, marvelous..
BalasHapus90 buat gek ebi
penting nih buat nanti
BalasHapus90 buat istri ayesa
Keren , 90 buat gek ebi ..
BalasHapusGood 90
BalasHapusbagus bagus.. 90 yaa
BalasHapus90 ya bagus
BalasHapusbagus 90 ya
BalasHapustambah ilmu lagi dari gek ebi, nilainya 90 sayang :3
BalasHapus90 buat gek ebi
BalasHapusgreat kak yesa,,,,
BalasHapus90 inggih
good good bi,90 ya buat kamu:)
BalasHapussangat lengkap dan bermanfaat gek, 90 untukmu yak :)
BalasHapusgoddddddddddd kerennn
BalasHapusMakasih, Gek Ebi. Infonya sangat bermanfaat. 90 buat Gek Ebi. (Y) :)
BalasHapusMakasih infonya, good job deh. Nilainya 90 ya gek..
BalasHapusnice! 90 buat kamu!
BalasHapusCocok banget ni gan buat mengatur strategi bagaimana kita sebagai calon fisioterapis profesional.
BalasHapus90 buat Kak Yesa :3
90 gex..
BalasHapus90 gek ebi :D
BalasHapuswih ayesa buat KTI :D tapi bagus kok :) 90 ya
BalasHapus90 boss
BalasHapusmarvelous blog gek ebi, 90 yaa :D
BalasHapus90 buat gek ebi
BalasHapus